Pages


Tampilkan postingan dengan label Wasir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wasir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2011

Kangkung

Kangkung tak hanya lezat ditumis. Daun dan akar tanaman yang biasa ditemukan di rawa-rawa ini memiliki khasiat ampuh. Ia mampu mengurangi menstruasi, sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa juga untuk keramas.

Kangkung termasuk jenis sayur yang sangat populer. Rasanya yang renyah membuat penikmat sayur ini sangat banyak. Dari restoran China, restoran sari laut, hingga warung-warung masakan rumahan sering kali tak pernah absen menyajikan tumis kangkung.

Kangkung (Ipomoea reptans) ini memiliki segudang manfaat. Tak hanya enak dijadikan lauk, kandungan mineral, dan gizinya cukup tinggi. Kangkung juga kaya serat, sehingga baik untuk mengatasi sembelit. Sayuran memiliki manfaat yang efektif pada tubuh apabila teknik pengolahannya tepat. Untuk kangkung, perlakuannya khusus sebab ia mudah berubah warna dan vitaminnya mudah rusak ketika berada terlalu lama di dalam air. Kangkung yang juga dikenal water convovulus atau water spinach atau swamp-cabbage, punya khasiat sebagai obat penenang, pendarahan, dan insomnia.

Ada dua varietas kangkung, yakni kangkung darat (Ipomea reptans) yang sering disebut kangkung cina, dan kangkung air (Ipomea aquatica) yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Yang lazim diolah dalam masakan umumnya kangkung darat karena citarasanya lebih nikmat dan daunnya lebih lembut. Kangkung darat berbunga putih bersih dengan batang putih kehijauan, sementara daun dan batangnya lebih kecil dibandingkan kangkung air. Kangkung air berbunga putih kemerahan dengan batang berwarna hijau.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok 'Tanaman Penyembuh Ajaib'. Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi terutama pada bagian batang, kangkung juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, dan keracunan makanan.

Pada prinsipnya setiap orang boleh mengonsumsi kangkung namun dalam porsi yang wajar. Untuk setiap kali makan sekitar 100 gram. Nilai nutrisi setiap 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam mengandung air 91,2 gr, energi 28 kkal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr, serat 2 gr, dan ampas 0,87 gr. Kangkung juga kaya vitamin A, B, C, mineral, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi. Karena berbagai kandungan itu kangkung memiliki sifat antiracun, peluruh, perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu kangkung. Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), menghilangkan ketombe, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.

Kandungan kangkung yang bermanfaat membuat tanaman ini berfungsi sebagai obat tradisional. Berikut cara memudah memanfaatkan khasiat kangkung.

1. Ketombe.
Ambil daun kangkung secukupnya, rendam dalam air semalaman hingga airnya tampak kebiruan. Air inilah yang digunakan untuk keramas.

2. Mimisan.
Ambil seikat kecil daun kangkung segar, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit gula, lalu seduh dengan air panas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari.

3. Sakit gigi.
Ambil segenggam akar kangkung, lalu tambahkan setengah sendok teh cuka dan rebus dengan segelas air. Setelah dingin, saring dan gunakan airnya untuk berkumur.

4. Sariawan.
Cuci daun kangkung secukupnya, lumatkan, dan tambahkan segelas air plus sedikit garam. Peras dan saring, lalu pakailah air perasan untuk berkumur.

5. Pusing-pusing sebelah.
Tumbuk segenggam daun kangkung hingga halus. Tambahkan air secukupnya ditambah sedikit garam, lalu disaring. Tambahkan madu. Minum satu kali sehari sekaligus.

6. Ambeien.
Ambil 3 genggam akar kangkung, cuci, lalu rebus dengan tiga gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

Atau untuk herba yang praktis dan siap minum, Herba Ficus yang salah satu komposisinya mengandung kangkung darat dapat menjadi alternatif terbaik untuk menyembuhkan wasir atau ambeien.

7. Cacar air.
Cuci bersih setengah genggam akar kangkung, rebus dengan dua gelas air hingga menjadi tiga perempat. Setelah dingin, saring lalu minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

8. Frambusia (patek).
Cuci bersih tiga perempat genggam akar kangung, lalu rebus dengan tiga gelas air, biarkan mendidih hingga tinggal tiga perempat bagian. Setelah dingin, saring dan minum 3 kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

9. Bisul.
Cuci 20 lembar daun kangkung, lalu giling halus. Beri air garam secukupnya, kompreskan pada bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.

10. Sembelit.
Cuci bersih setengah genggam daun kangkung segar, lalu kukus. Bisa juga langsung dimakan sebagai lalapan. Lakukan dua kali sehari.

Atau konsumsi secara teratur herba Pelawas untuk mencegah dan mengobati sembelit. Herba Pelawas memang menggunakan Ipomea reptans atau kangkung darat yang sangat tinggi serat sebagai penyusun utamanya.

11. Susah tidur.
Sediakan satu genggam batang dan daun kangkung, lalu tumis. Makan tumis bersama-sama nasi. Lakukan dua hari sekali.

12. Melancarkan air seni.
Siapkan segenggam akar kangkung, cuci bersih, dan rebus dalam dua gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sekali dalam sehari.

13. Uraf saraf lemah (neurasthenia).
Siapkan sepertiga genggam daun kangkung, seperempat genggam batang kangkung, dan seperempat akar kangkung. Setelah dicuci, tumbuk hingga halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Kemudian peras dan saring. Minum tiga kali sehari.

14. Mengurangi haid.
Ambil sekira 50 gram daun kangkung segar, beri sedikit air. Lalu, tumbuk dan saring. Tambahkan satu sendok makan madu. Minum sehari sekali dan ulangi selama enam hari berturut-turut sampai sembuh.

Rabu, 27 April 2011

Pegagan (Centella asiatica)

Nama lain:
Pegaga (Aceh/Makasar); Daun kaki kuda (Melayu); Ampagaga (batak); Antanan rambat, Antanan gede (Sunda); Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Taidah (Bali); Sandanan (Irian); Kos tekosan (Madura), Kori-kori (Halmahera);
Pegagan merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, pinggir selokan, serta pematang sawah. Tumbuhan yang terkadang dianggap tanaman pengganggu ini menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh. Kadang-kadang pegagan ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran/lalapan (di Jawa Barat). 
Tanaman ini berasal dari daerah tropis Asia, banyak terdapat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai, dan terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Pegagan merupakan tumbuhan tanpa batang, tetapi memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 hingga 80 cm. Akar keluar dari setiap bonggol dan banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, tangkainya panjang sekitar 5 sampai 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi dengan penampang 1 hingga 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 sampai 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunganya berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Panjang tangkai bunga berkisar 5 hingga 50 mm. Buahnya kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 sampai 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. 
Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berkhasiat sebagai antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Manfaat Pegagan
  1. Infectious hepatitis, campak (measles).
  2. Demam, bronchitis, sakit tenggorokan, radang amandel (tonsillitis).
  3. Infeksi dan batu sistem saluran kencing.
  4. Keracunan Gelsemium elegans, arsenic.
  5. Muntah darah, batuk darah, mimisan.
  6. Mata merah, wasir.
  7. Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan.
  8. Lepra.

Pemakaian secara umum: 15 - 30 gram pegagan segar, direbus, minum ; atau dilumatkan, peras, minum airnya.

Pemakaian luar: Dilumatkan, ditempel ke bagian yang sakit. Digunakan untuk: Gigitan ular, bisul, luka berdarah, penyakit kulit.

Cara Pemakaian spesifik   :
1. Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing):
    30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan
    kedua.

2. Susah kencing: 30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.

3. Demam:
    Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah
    sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.

4. Darah tinggi:
    20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai
    menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

5. Wasir:
    4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air
    selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6. Pembengkakan hati (liver) :
    240 gram - 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

7. Campak:  60 -120 gram pegagan direbus, minum

8. Bisul :
    30 gram - 60 gram pegagan segar direbus, diminum. Pegagan segar
    dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.

9. Mata merah, bengkak :
    Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring.
    Teteskan ke mata yang sakit 3 - 4 kali sehari.

10. Batuk darah, muntah darah, mimisan  : 
     60 - 90 gram pegagan segar direbus, atau diperas, airnya diminum.

11. Batuk kering :
     segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air
     dan gula batu secukupnya. Minum.

12. Lepra  :
     3/4 genggam pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air,
     sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x
     3/4 gelas.

13. Penambah nafsu makan  :
     1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai
     menjadi 1 gelas.  Minum sehari 1 gelas.

14. Teh daun pegagan segar berkhasiat :
     Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan,
     menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut,
     mimisan.

15. Lalaban pegagan segar berkhasiat untuk:
     Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah.
     Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan
     pencernaan.