Pages


Tampilkan postingan dengan label Pelangsing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelangsing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2011

Teh (Camellia sinensis)

Nama Lain :
Nteh (Sunda); Pu erh cha (China); theler (Perancis); teestrauch (Jerman); Te (Itali); cha da India (Portugis); tea (Inggris).

Tanaman teh umumnya ditanam di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200 - 2.300 m di atas permukaan laut. Teh berasal dari kawasan India bagian Utara dan Cina Selatan. Ada dua kelompok varietas teh yang terkenal, yaitu assamica yang berasal dari Assam dan sinensis yang berasal dari Cina. Varietas assamica daunnya agak besar dengan ujung yang runcing, sedangkan varietas sinensis daunnya lebih kecil dan ujungnya agak tumpul. 

Daun teh berbau aromatik dan sedikit pahit. Daun teh mengandung kafein (2 - 3%), theobromin, theofilin, tanin, xan-thine, adenine minyak asiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride. Tanin mengandung zat epigallocatechin galat, yang mampu mencegah kanker lambung dan kerongkongan. Setiap 100 g daun teh mempunyai kalori 17 kJ dan mengandung 75 - 80% air, polifenol 25%, protein 20%, karbohidrat 4%, kafein 2,5 - 4,5%, serat 27%, dan pektin 6%. Kafein mempercepat pernapasan, perangsang kuat pada susunan saraf pusat dan aktivitas jantung. Theofilin efek diuretik kuat, menstimulasi kerja jantung dan melebarkan pembuluh darah koroner. Theobromin terutama mempengaruhi otot. 

Dari hasil penelitian, flavonoid yang merupakan antloksidan polifenol pada teh mampu mernperkuat dinding sel darah merah dan mengatur permeabilitasnya, mengurangi kecenderungan trombosis, dan menghambat oksidasi LDL sehingga mengurangi terjadinya proses atherosklerosis di pembuluh darah yang selanjutnya akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung koroner. Namun, berbeda dengan daun teh, biji teh mengandung saponin yang beracun dan mengandung minyak.

Khasiat
Daun teh berguna untuk mengatasi:
- sakit kepala,
- diare,
- penyubur dan menghitamkan rambut,
- kolesterol dan trigliserida darah tinggi,
- kencing manis (diabetes mellitus),
- mengurangi terbentuknya plak atau karang gigi (dental plaque),
- infeksi saluran pencernaan.

Pemanfaatan :
1. Diare
    Daun teh yang masih muda dan segar sebanyak 20 g dicuci  bersih
    lalu direbus dengan 3 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah
    dingin disaring dan minum sekaligus.

2. Penyubur dan menghitamkan rambut
    Air teh kental sebanyak 1 cangkir diembunkan semalaman.
    Keesokan paginya air teh ini siap dipakai untuk membasahi kulit
    kepala dan rambut sambil dipijat-pijat. Lakukan 1 kali setiap hari,
    sampai kelihatan hasilnya.

3. Sakit kepala
    Air teh kental 3/4 cangkir, diberi air jeruk nipis sebanyak 1 sendok
    teh dan madu 1 sendok makan. Aduk sampai merata, lalu dinminum
    sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

4. Mengurangi pembentukan karang gigi 
    Berkumur dengan air teh setelah makan.

5. Infeksi saluran pencernaan, kolesterol darah tinggi
    Daun teh kering (teh hijau) sebanyak 7 g diseduh dengan air panas.
    Biarkan selama 10 menit. Minum selagi hangat.

Efek kurang baik dari teh:
Jika dikonsumsi berlebihan, daun teh juga bisa berakibat kurang baik, yaitu keracunan kafeina kronis. Bila setiap harinya minum 5 cangkir teh yang setara dengan 600 mg kafeina, lama kelamaan akan memperlihatkan tanda dan gejala keracunan kafeina kronis. Gejala-gejala tersebut antara lain gangguan pencernaan makanan (dispepsia), lemah, gelisah, tremor, sukar tidur, tidak nafsu makan, sakit kepala, pusing (vertigo), bingung, berdebar, sesak napas, dan kadang sukar buang air besar.
Produk HPA yang memanfaatkan kebaikan teh ialah GuazSlim sebagai pelangsing tubuh dan menurunkan kelebihan berat badan.

Kamis, 28 April 2011

Jati Belanda

Jati Belanda (Guazumae ulmifolia) merupakan jenis tanaman pohon dengan tinggi +/- 10 meter. Batangnya keras, bulat, dengan permukaan yang kasar, beralur, berkayu, dan bercabang. Daunnya tunggal, bulat telur, dengan permukaan kasar, tepinya bergerigi, berujung runcing, pangkalnya berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam.

Beberapa penelitian telah dilakukan terhadap daun Jati Belanda (Guazumae follium).  Pada tahun 1987, Lies Andarini (Biologi UNAIR) mengungkapkan khasiat daun Jati Belanda yang dapat dapat menurunkan berat badan dan menurunkan selera makan yang berpengaruh pada jumlah asupan makanan yang dimakan.  Penelitian lain dilakukan untuk melihat efek samping atau pengaruh penggunaan daun Jati Belanda dilakukan oleh Yusuf Husni (Farmasi UNAIR) pada tahun 1986; dan Subandrio Joko Semedi (Farmasi UNAIR) pada tahun 1987. Penelitian Yusuf Husni melihat pengaruh pemberian daun Jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun Jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi ginjal setelah pemberian Jati belanda. Sedangkan, penelitian Subandrio ditujukan untuk melihat pengaruh pemberian seduhan daun Jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun Jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian Jati belanda. Sebagai kesimpulan, daun Jati Belanda berkhasiat sebagai pelangsing tubuh / menurunkan berat badan / mengurangi kegemukan, tanpa berpengaruh terhadap fungsi ginjal dan hati.

Berikut ialah kandungan Guazamae follium atau daun Jati Belanda: 
  • Mengandung zat lendir yang merupakan serat (fiber) bersifat lubricating atau melicinkan sehingga dapat menghambat penyerapan lemak, glucose, kolesterol yang terdapat dalam makanan dan memperlancar buang air besar. 
  • Kandungan tanin bekerja sebagai adstringent, zat yang akan mengendapkan protein yang terdapat pada mukus yang melapisi bagian dalam usus sehingga lapisan ini sukar ditembus dan akan mengurangi penyerapan lemak.
Pemanfaatan Jati Belanda:
1. Daun : untuk melangsingkan tubuh / menurunkan berat badan / mengurangi kegemukan,
 - Ramuan:
  • Daun Jati belanda  7 helai
  • Daun Tempuyung  7 helai
  • Serbuk Majakan   sedikit
  • Air   115 ml
 - Cara pembuatan: Diseduh.
 - Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.
 - Lama pengobatan: Diulang selama 30 hari secara konsisten.

2.  Buah dan biji : untuk sakit perut, perut kembung, pelangsing, untuk bronchitis.
 - Ramuan untuk mengatasi sakit perut / kembung:
  • Buah Jati belanda (serbuk)   2 sendok teh
  • Air mendidih   100 ml
  • Minyak Adas (bila perlu)   1 tetes
 - Cara pembuatan: Diseduh
 - Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
 - Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari secara konsisten.

Bila dilihat dari artikel di atas, ramuan herbal akan berkhasiat lebih ketika kita mengkonsumsinya secara rutin / konsisten / berulang selama periode tertentu.  Di sini diajarkan nilai kesabaran dalam menghadapi penyakit atau cobaan apapun itu.  Sabar dan istiqomah menjadi kunci khasiat herbal.

Untuk khasiat Guazamae follium atau daun Jati Belanda, HPA telah mempermudah racikan dan ramuannya bersama daun teh (Camellia sinensis follium), daun kemuning (Murrayae follium), rimpang bangle (Zingiberis purpurei rhizoma), dan delima (Granati cortex) dalam kapsul GuazSlim.
 
- dari berbagai sumber -